Kumpulan Kata Mutiara Cak Nun Tentang Kehidupan, Nasehat, Motivasi

Posted on

Budayawan, seniman, penyair Emha Ainun Najib atau lebih dikenal dengan Cak Nun merupakan sosok yang sangat menginspirasi, sebagai sastrawan beliau telah menghasilkan berbagai karya yang luar biasa salah satunya adalah beberapa kutipan kata kata mutiara Cak Nun yang memiliki makna begitu mendalam. Tampil dalam kesederhanaan dan berbaur dengan siapa saja adalah ciri khas beliau, berdakwah dimanapun membuat begitu banyak orang yang terkagum dengan sosok Cak Nun.

Penyampaiannya memang berbeda, kata-katanya begitu mendalam dan penuh makna namun sangat mudah di pahami semua kalangan. Memadukan budaya dan agama adalah jalan dakwahnya sehingga kehadiran beliau dapat diterima dan ditunggu-tunggu. Penuturan belian cerdas dan bijaksana, terkadang nyeleneh namun jika kita cerna dengan baik maka yang ada di pikiran kita adalah “benar juga ya” apa perkataan Cak Nun ini.

Berikut ini adalah beberapa penuturan Emha Ainun Najib yang kami rangkum dalam kata bijak Cak Nun yang semoga dapat menambah dan membuka jalan pikiran kita untuk menjadi sosok yang lebih baik yang dapat digunakan sebagai bahan introspeksi diri kedepannya.

Ada orang yang mengkritik tapi tidak memberi jalan keluar. Ada orang yang memberi jalan keluar tanpa mengkritik.

Agama diajarkan kepada manusia agar ia memiliki pengetahuan dan kesanggupan untuk menata hidup, menata diri dan alam, menata sejarah, kebudayaan, politik.

Agama kurang diperkenalkan sebagai berita gembira dan janji cinta, melainkan sebagai tukang cambuk, pendera dan satpam yang otoriter.

Aku menyebut diriku muslim saja aku tidak berani, karena itu merupakan hak prerogatifnya Allah untuk menilai aku ini muslim atau bukan.

Apa gunanya kepandaian kalau tidak memperbesar kepribadian manusia sehingga ia makin sanggup memahami orang lain?

Apapun yang kita lakukan dalam kehidupan ini adalah perlombaan dalam kebaikan. Bukan perlombaan keunggulan satu sama lain.

Bahwa kemenangan yg benar-benar kemenangan tidaklah terjadi pada seseorang atas orang lain, melainkan atas dirinya sendiri.

Biasanya yang paling serakah dan paling memahami teori, metode, dan praktek keserakahan adalah orang-orang pandai!

Cinta bukanlah bertahan seberapa lama. Tetapi seberapa jelas dan ke arah mana.

Dakwah yang utama bukan berupa kata-kata. Melainkan dari perilaku. Orang yang berbuat baik sudah berdakwah.

Dunia ini masih dipimpin oleh orang yang lebih memilih kenyang meskipun dijadikan budak, dari pada lapar tapi bertahan harga dirinya.

Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tak bisa dibawa mati.

Kalau kau cukup makan sepiring nasi, kenapa harus sepiring setengah. Kalau kesehatanmu cukup dipenuhi dengan sebiji tempe, kenapa ambil dua?

Kebanyakan manusia berjuang mengada-adakan dirinya. Menonjol-nonjolkan dirinya, bahkan untuk itu mereka meniadakan mahluk selainnya. Sampai tega meniadakan Tuhannya, itulah kematian.

Kebanyakan orang tak bisa tidur, mereka hanya tertidur, karena sepanjang siang dan malam hari mereka diberati oleh dunia.

Keceriaan dan kenyamanan hidup tidak terlalu bergantung pada hal-hal di luar manusia melainkan bergantung pada kekayaan batin di dalam diri manusia.

Kepandaian adalah kelicikan yang menyamar, Kebodohan adalah kebaikan yang bernasib buruk.

Manusia jangan menunggu hancur dulu baru insaf.

Menyepi itu penting, supaya kamu benar-benar bisa mendengar apa yang menjadi isi dari keramaian.

Orang boleh salah, agar dengan demikian ia berpeluang menemukan kebenaran dengan proses autentiknya sendiri.

Peraturan dan undang-undang tidak selalu sama dengan keadilan, ia bahkan bisa saja bertentangan dengan prinsip keadilan.

Politik diciptakan dan dimanifestasikan berdasarkan filosofi dan tujuan untuk menyediakan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi manusia, tapi yang terjadi adalah sama sekali kebalikannya.

Secara filosofis, sesungguhnya tak ada “orang besar” dan tak ada “orang kecil” dalam takaran pemilikan ekonomi atau perbedaan status sosial budaya. Kecil dan besar hanya terjadi pada kualitas kepribadian.

Sejarah adalah deretan episode tentang siapa dalang siapa wayang, dan sejarah mencatat Ki Dalang menggenggam kaki tangan wayang-wayang untuk pada suatu hari dimasukkan dalam kotak.

Seseorang tidak akan memperjuangkan perubahan dari ketidakbenaran menjadi kebenaran ketika yang harus ia perlihara adalah kemapanannya dalam ketidakbenaran.

Sunnah Rasul yang paling mendasar adalah Akhlaknya bukan kostumnya. Orang yang disukai Tuhan adalah orang yang menyebut dirinya buruk, biso rumongso, nggak rumongso biso.

Surga itu gak penting, fokuskan dirimu hanya pada Tuhan.

Tidak apa-apa kalau ilmu agamamu masih pas-pasan, itu malah membuatmu menjadi rendah hati. Banyak orang yang sudah merasa tahu ilmu agama, malah menjadikannya tinggi hati.

Tuhan tidak tersakiti oleh pengingkaran Anda. Tetapi Tuhan sangat tersakiti jika Anda berpura-pura menyembahNya.

Yang penting bukan apakah kita menang atau kalah, Tuhan tidak mewajibkan manusia untuk menang sehingga kalah pun bukan dosa, yang penting adalah apakah seseorang berjuang atau tak berjuang.

Begitulah kata kata mutiara cak nun tentang cinta, ilmu, motivasi kehidupan, tentang agama, negara dan hal-hal lain di sekitar kita. Seperti yang kita lihat dari penuturannya belian adalah orang yang tegas dan memiliki ciri khas yaitu kata-katanya yang anti-mainstream namun sangat mudah untuk dipahami. Kata bijaknya berupa sindiran harus namun sangat mengena, sehingga siapapun yang merasa akan berkata o iya ya.

Kirim Komentar

Email tidak akan ditampilkan. Wajib Diisi *